Minggu, 11 Desember 2011

MEDIA SOSIAL MEMBAWA PERUBAHAN??

SUMBER : Ibu Riris
 
Facebook, jejaring sosial yang satu ini tentu saja hampir semua lapisan masyarakat menggunakannya. Saya yakin bahwa pemberitaan negative atau dampak negative sering muncul mengenai media social yang satu ini.

Banyaknya penggunaan facebook membuat beberapa berita negative yang muncul, contohnya adalah berita terbaru yang menyatakan hilangnya perempuan berusia 13 tahun karena teman barunya di facebook. Hal ini sangat mencemaskan masyarakat terutama para orang tua. Oleh karena itu, tidak sedikit pembicaraan negative mengenai media sosial ini.
 
Tentu saja media sosial ini mempunyai dampak positive, salah satunya revolusi Mesir yang terjadi di awal tahun 2011 yang dinamakan Revolusi Facebook.
Melalui Facebook mereka dikumpulkan, disatukan, dan dikobarkan semangatnya untuk melawan pemerintahan mereka yang membuat mereka terkekang dan menjadi sangat ketakutan.  Peristiwa tersebut dimulai ketika adanya seorang ICON yang bernama Khaled Said, yang meninggal dengan mengenaskan dikarenakan di menuliskan mengenai ketakutannya selama tinggal di Mesir.

Salah satu pihak melihat peristiwa tersebut merupaka peluang yang pas untuk menggerakkan masyarakat untuk memperjuangkan kebebasan mereka sebagai masyarakat, yang dimana mereka sangat mencita-citakan untuk tinggal di Negara yang demokratis.  Karena selama ini mereka tidak berdaya untuk memperjuangkan hak mereka.
 
Apabila dilihat secara mendalam, melalui facebook ada sebuah system yang mengatur secara tepat yang membuat masyarakat menjadi tergerak.  Melihat hal tersebut, nyata sekali bahwa facebook dapat digunakan untuk membawa sebuah perubahan yang besar. Bukan hanya di bidang politik, melainkan dapat juga membawa perubahan mengenai AIDS, terorisme, ataupun kemiskinan yang melanda negara.
Source: Ibu Riris, Google.co.id

PENTINGNYA BAHASA INGGRIS

Pentingnya menguasai bahasa inggris di jaman yang serba modern seperti sekarang ini sangatlah penting. Banyak orang berkata dalam era globalisasi ini sangat penting untuk menguasai paling tidak bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Mereka berkata bahwa tanpa penguasaan bahasa Inggris (English Command) yang baik, suatu negara tidak akan maju. Banyak yang mengambil contoh dari penguasaan bahasa Inggris di Malaysia dan India.
Sebagai seorang public relations, menguasai bahasa inggris merupakan salah satu syarat mutlak, karena dengan menguasai bahasa inggris akan mempermudah dalam berkomunikasi dengan para klien dan klien yang ada di luar Indonesia.
Bekerja dalam bidang apapun sangat memerlukan keahlian dalam berbahasa inggris, karena kita pasti akan berinteraksi dengan banyak orang yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Belajar bahasa inggris tidaklah sulit, dengan giat berlatih pasti akan sangat mempengaruhi kelancaran kita dalam berbahasa inggris.
 
Source: Bapak Tony Ryanto,

Iklan di era new media

Munculnya berbagai media online membuat media cetak secara perlahan mulai tersingkir, terutama koran. Masyarakat yang dahulu berlangganan koran mulai berhenti, karena sekarang masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berita melalui media online.
Indonesia merupakan salah satu pengguna media online terbesar.
Di Indonesia sebanyak 34 juta orang menggunakan internet, 30,1 juta pengguna Facebook, 6,2 juta pengguna Twitter, 2,7 juta blogger, 25 juta pengguna internet mobile, 105 juta pengguna handphone. Dengan angka-angka pengguna media online tersebut, sudah sangat membuktikan bahwa media online sudah sangat menguasai masyarakat.
Indonesia juga menduduki peringkat pertama di Asia dalam hal penggunaan Opera Mini terbesar.
10 negara terbesar pengguna Facebook:
1. United States
2. Indonesia
3. United Kingdom
4. Turkey
5. Philippines
6. France
7. Mexico
8. India
9. Italy
10. Canada

Source: Bapak Suwarjono

Sabtu, 26 November 2011

The Challenges and Changes in The Media and Communication

 Nara Sumber : Bapak Widyatmoko Kukuh S
 
Pentingnya komunikasi terlihat dari semakin inovatifnya perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri. kalimat diatas mengambarkan bahwa perubahan tidak terjadi karena habisnya suatu masa, tetapi karena munculnya penemuan baru.

According to recent survey:
- Although crime,disaster,and sport is still " sells"
- But education,lifestyle and health in becoming "in"
- Politics and business is "losing"
- Media is starting to "look n listen" to the new age audience.

New way
-Participation age
-Media consumers in control
-Advertising to targeted audience
-Customizable products
-Publish once and distribute many ways
-Content is king
-Differentated content
-Marketing focus on preference,purchase and retention (cost per lead,cost per click)
-Convenience is essential.

Photography Digital / Digital Imaging

 Nara Sumber : Bapak Didit Anindita

Rabu, 9 November 2011, langkah awal dari sebuah pemotretan yaitu harus memperhatikan 5 buah kriteria yaitu:

1. Format pada kamera harus berbentuk format RAW
2. Melakukan setting diafragma, untuk mengatur volume besar kecilnya signal yang masuk.
3. Pengaturan shutter speed, untuk mengatur lama atau cepatnya sinar yang masuk ke kamera.
4. Mengatur ISO, yaitu untuk kepekaan kamera dalam menangkap sinar
5. Pengaturan white balance, dimaksudkan untuk mencari warna putih yang sebenarnya.

Tidak hanya berenti sampai disini. Untuk menunjang hasil yang maksimal, seorang fotografer harus didukung dengan kemampuan mengatur hasil foto sebelum dicetak. Ini yang disebut dengan editing foto. Editing photo biasa dilakukan dengan menggunakan program komputer yang dinamakan Adobe Photoshop.

Langkah-langkah untuk menggunakan tool Adobe Photoshop:
A. SELECTION TOOL
  • A.1. Marquee Tool
    Saat kita klik Marquee Tool kita bisa melihat ada 4 jenis marquee tool
    1. Rectangular Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk segi empat pada image.
    2. Elliptical Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada image.
    3. Single Row Marquee
    Digunakan untuk membuat area selection satu baris pada image (ukuran tinggi selection adalah 1 pixel)
    4. Single Column Marquee
    Digunakan untuk membuat area selection satu kolom pada image (ukuran lebar selection adalah 1 pixel).  
  • A.2. Move Tool
    Shortcut keyboard: V
    Digunakan untuk menggeser/memindah selection, layers, dan guides.
  • A.3. Lasoo Tool
    (Shortcut keyboard: L, atau Shift + L untuk mengubah jenis Lasoo) Terdiri dari 3 jenis yaitu:
    1. Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection dengan bentuk bebas
    2. Polygonal Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk polygon
    3. Magnetic Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan
    tepi selection pada area tertentu pada image.
  • A.4. Magic Wand Tool
    Shortcut keyboard: W
    Digunakan untuk membuat area selection yang memiliki warna serupa.Perbedaan toleransi warna dapat diatur pada tool option bar.
B. CROP & SLICE TOOL
  • B.1. Crop Tool
    Shortcut keyboard: C
    Digunakan untuk memangkas image (memotong dan membuang area tertentu dari image)
    B.2. Slice Tool
    (Shortcut keyboard: K, atau Shift + K untuk mengubah slice)
    Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Slice Tool
    Digunakan untuk membuat potongan-potongan dari suatu image
    2. Slice Select Tool
    Digunakan untuk memilih potongan pada suatu image
C. RETOUCHING TOOL
  • C.1. Patch/Healing Brush Tool
    (Shortcut keyboard: J, atau Shift + J mengubah tool)
    1. Patch Tool
    Digunakan untuk mengecat/melukis pada area tertentu image dengan pola (pattern) atau sample tertentu. Cocok untuk memberbaiki image yang rusak.
    2. Healing Brush Tool
    Digunakan untuk mengecat/melukis image dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak rusak.
  • C.2. Stamp Tool
    (Shortcut keyboard: S, atau Shift + S untuk mengubah tool) terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Clone Stamp Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan sample image tertentu
    2. Pattern Stamp Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu
     
  • C.3. Eraser Tool
    (Shortcut keyboard: E, atau Shift + E untuk mengubah jenis eraser)
    Terdiri dari 3 jenis yaitu:
    1. Eraser
    Digunakan untuk menghapus pixel image dan mengembalikannya ke state tertentu.
    2. Background Eraser
    Digunakan untuk menghapus area tertentu image menjadi transparan.
    3. Magic Eraser
    Digunakan untuk menghapus area tertentu image yang memiliki warna yang serupa menjadi transparan dengan satu kali klik.
  • C.4. Sharpen, Blur, Smudge Tool
    (Shortcut keyboard: R, atau Shift + R)
    1. Sharpen Tool
    Digunakan untuk menajamkan area tertentu pada image.
    2. Blur Tool
    Digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu pada image.
    3. Smudge Tool
    Digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu pada image
  • C.5. Dodge, Burn, Sponge Tool
    (Shortcut keyboard: O, atau Shift + O)
    1. Dodge Tool
    Digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada image
    2. Burn Tool
    Digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada image
    3. Sponge Tool
    Digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada image.

Content Analysis TV Program "Jakarta Lawyers Club"

Nara Sumber : Bapak Iskandar Siahaan


Berikut adalah content analysis dari program tersebut:
1. Topik
kuantitas jumlah topik yang dibahas dalam kurun waktu tertentu.
2. Narasumber
Siapa saja narasumbernya, apakah narasumber benar-benar orang yang kompeten.
3. Audiens
Audiens yang ada di studio maupun diluar (dirumah).
4. Moderator 
Untuk menganalisis moderator kita harus menentukan bentuk idelanya terlebih dahulu, baru mengkonfrontasi dengan kenyataan.
5. Sponsor
Apa saja produk atau merek yang dipublikasikan secara sengaja dalam acara,dan mungkin saja ada sponsor terselubung (tidak resmi).
6. Jenis acara
Kategori acara (news/talkshow/film/lain-lain), faktual atau non faktual.
7. Format acara
Apakah format acara yang digunakan (dekorasi panggung, besarnya studio, dll) sudah berfungsi secara maksimal.
8. Alat
Segala hal yang berhubungan dengan peralatan, misalnya: apakah posisi peralatan sudah tepat, sehingga penonton dirumah bisa terasa seperti berada di studio.
9. Durasi 
Pengaruh durasi terhadap efektifitas diskusi.
10. Nilai berita
Apakah program Jakarta Lawyers Club memiliki nilai berita seperti, dampak, kedekatan, kualitas, dan unsur berita 5W + 1H.

Minggu, 06 November 2011

The United Nations For you

Rabu (26/10), Universitas tarumanagara kedatangan Miss Mitra Salita dan Miss Elsa Ayu memberikan kuliah umum mengenai UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) atau Hukum Pengungsi Internasional. Kunjungan mereka sebagai salah satu bagian dari kampanye PBB. 


Ada pula fungsi dari UNHCR itu sendiri, antara lain : 

1. Perlindungan Internasional
Apabila suatu negara tidak memberikan perlindungan nasional kepada masyarakat,maka masyarakat bisa mencari perlindungan internasional.


2. Solusi Jangka Panjang (Durable Solutions)
- Pemulangan sukarela (Voluntary Repatriation)
- Integrasi Lokal (Local Integration)
- Penempatan di negara ketiga (Resettlement)
 
UNHCR sendiri memiliki sasaran utama dalam gerakan yang dilakukannya, yaitu : 
  • Anak-anak tanpa pendamping
  • Wanita dengan kebutuhan khusus
  • Korban tindak kekerasan
  • Orang-orang cacat
  • Manula

Minggu, 09 Oktober 2011

ANATOMI MEDIA PENYIARAN

Nara Sumber : Paulus Widianto

Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spectrum frekuensi radio melalui udara, kabel, atau media lainnya untuk dapat diterima secra serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.

Media penyiaran di Indonesia merupakan sebuah lembaga bisnis yang sangat besar. media penyiaran seperti televisi dan radio sangat kita perlukan untuk mendapatkan informasi sehari-hari. dengan adanya media penyiaran seperti ini dapat mempermudah dalam penyebaran dan penyampaian informasi kepada seluruh rakyat indonesia.

10 sudut pandang/anatomi penyiaran, antara lain:

1. Lembaga/Institusi: sebuah media penyiaran pasti dimiliki oleh suatu lembaga/institusi resmi (PT, Yayasan, Group, perusahaan, dan lain-lain).
2. Perizinan: dalam melakukan penyiaran harus mendapat izin yang legal secara hukum.
3. Kepemilikan: media penyiaran dimiliki oleh seseorang, beberapa orang atau badan hukum yang sah.
4. Isi/content: isi yang disiarkan bisa berbeda-beda, mulai dari news, sport, comedy, dan lain-lain, tergantung dari masing-masing media penyiaran.
5. Infrastruktur: untuk mendukung media penyiaran diperlukan pula sarana-sarana seperti antenna, satelit, pemancar, gelombang, dan kabel.
6. Organisasi Bisnis/Usaha: media penyiaran bisa memperoleh penghasilan dari iklan, langganan, dan saham.
7. SDM/Profesi: orang-orang yang bekerja di dalam media penyiaran itu sendiri, seperti redaktur, wartawan, reporter, cameramen, editor, dan lainnya.
8. Pasar/Market Area: media penyiaran harus menentukan target pasar yang diinginkan, mulai dari lokal, nasional, trans nasional ataupun global.
9. Audiences: media penyiaran memiliki segmentasi penonton, segmentasi tersebut ditentukan berdasarkan jenis kelamin dan usia.
10. Regulator: pengatur penyiaran di Indonesia, misalnya saja KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), pemerintah, dan KPPU (Komisi Pengawasan PErdagangan Usaha). 

MEDIA MASSA DAN BUDAYA MASSA

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.

Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu.

Jenis-jenis media massa

Media massa tradisional 

  1. Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan
  2. Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.
  3. Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.
  4. Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.

Media massa modern

  1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
  2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
  3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
  4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
  5. Penerima yang menentukan waktu interaksi

 


 

Selasa, 27 September 2011

Iklan dan Kekerasan Simbolik

Iklan tidak semata-mata menjual produk, tetapi juga memberikan tindakan pengajaran dan membangun image yang ingin diciptakan oleh iklan.
contohnya :
  • Iklan Ponds memberikan gambaran bahwa semua orang bisa memiliki kulit putih . Maka terciptalah image kulit putih merona pada produk Ponds. Dengan menggunakan kata “….nampak putih berseri…” membuat terbangunnya image kulit putih merona.  
  • Iklan WRP dan L-Men keduanya adalah iklan yang bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa susu tidak membuat gemuk. Melainkan membuat sehat dan menjadikan badan ideal. Kedua iklan ini mencoba membentuk realitas baru dimana dulu susu hanya dikonsumsi oleh anak-anak dan membuat badan gemuk, tetapi sekarang tidak lagi seperti itu. Iklan ini membangun image wanita langsing pada produk susu WRP dan pria sixpac pada produk susu L-Man.
Iklan ada dimana-mana, seakan-akan mengikuti kemana saja kita pergi sepanjang hari. Iklan mengepung kita dari berbagai penjuru sepanjang waktu, sehingga memungkinkan menembus semua celah kehidupan seseorang. Pengiklan seolah tidak akan melewatkan sejengkal tempat pun untuk beriklan.

Pergeseran Fungsi Iklan 
  • Iklan tidak hanya sekedar bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli suatu produk. Akan tetapi lebih dari itu, iklan turut berpengaruh dalam membentuk system nilai, gaya hidup maupun selera budaya tertentu.
  • Iklan tidak hanya memvisualisasikan kualitas dan atribut dari produk yang harus dijualnya, tetapi mencoba membuat berguna sesuatu dan ciri produk tersebut mempunyai arti sesuatu bagi kita
Iklan bukan hanya sekedar mewakili produknya tetapi ada arti tertentu bagi kita,
Dalam konteks inilah iklan mendefinisikan image tentang arti tertentu yang diperoleh ketika orang menggunakan produk tersebut.
Proses ini oleh Williamson (1978:20)  disebut sebagai Using Product is Currency, yaitu menggunakan produk yang diiklankan sebagai uang untuk membeli produk kedua yang secara langsung tidak terbeli.
Contohnya : susu bermanfaat bagi anak bayi, selain manfaatnya kita juga membeli pertumbuhan, kecerdasan dan lain-lain.
 



Pollay membagi fungsi komunikasi iklan menjadi 2, yaitu :
1.      Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik produk.
2.     Fungsi transformasional, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses dan sebagainya.

Iklan Dalam Konteks Pemikiran Ilmuwan Sosial :
·         Baudrillardiklan adalah bagian dari sebuah fenomena sosial bernama consumer society. Objek dalam iklan tidaklah berdiri sendiri melainkan dibentuk oleh sebuah system tanda (sign system). Analisis Baudrillard berkontribusi dalam mengembangkan analisis mengenai produksi dan reproduksi pesan yang melibatkan peran dari citra (image) pada masyarakat kontemporer.
·         Barthes : tertarik untuk membongkar makna dari pesan-pesan yang disampaikan lewat image maupun teks dalam media fenomena sosial lainnya. Makna ini dibongkar dengan terlebih dahulu menganalisa tanda-tanda yang merepresentasikan makna, dengan menggunakan semiotic sebagai kerangka analisa, Barthes menyumbangkan pemikiran mengenai peran media dalam reproduksi pesan-pesan ideologis.
Iklan itu membentuk suatu hyper realitas, realitas yang melebih-lebihkan.
Beda Baudrillard dengan Barthes adalah, Baudrillard bagaimana iklan menggambarkan suatu citra, sedangkan Barthes, tanda-tanda dalam iklan dianalisis dengan semiotik

Memahami iklan dengan Konsep Kekerasan Simbiolik Bourdieu :




·         Bagi Bourdieu, seluruh tingkatan pedagogis (tindakan pengajaran) baik itu yang diselenggarakan di rumah, sekolah, modia atau dimanapun memiliki muatan kekerasan simbolik selama pelaku memiliki kuasa dalam menentukan system nilai atas pelaku lainnya, sebuah kekasaan yang berakar pada relasi kuasa antara kelas-kelas dan atau kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.
Contoh: tanpa sadar kita menerima apa yang dikatakan oleh orang tua, guru, teman dan bahkan media (iklan).
·         Diasumsikan bahwa media dan iklan merupakan sarana yang digunakan untuk melakukan tindakan pedagogis dari kelas/kelompok sosial tertentu.
·         Arena iklan tidak hanya menjadi ajang konsentrasi image simbolik produk yang ingin dipasarkan namun juga image simbolik realitas sosial secara luas.
·         Iklan menjadi sebuah mesin kekerasan simbolik yang bisa menciptakan system kategorisasi, klasifikasi, dan definisi sosial tertentu sesuai kepentingan kelas/kelompok dominan.
·         Image-image simbolik yang diproduksi iklan seperti misalnya kebohongan, keharmonisan, kecantikan, kejantanan, gaya hidup modern pada dasarnya merupakan system nilai yang dimiliki kelas satu atau kelompok dominan yang diedukasi dan ditanamkan pada suatu kelompok masyarakat tertentu.
·         Proses penanaman nilai melalui iklan dapat membentuk habitus tentang system nilai tersebut. Sehingga iklan tidak hanya menciptakan subjek yang dapat meregulasi diri terkait konsumsi produk namun juga subjek yang dapat merugalasi diri terkait klasifikasi dunia social, disini kemudian terjadilah kekerasan simbolik.
·         Image-image yang diproduksi iklan adalah tindakan pedagogis yang dapat memaksakan secara halus nilai-nilai, standar-standar dan selera kebudayaan kepada masyarakat atau sekurang-kurangnya memantapkan preferensi kebudayaan mereka sebagai standar dari apa yang dianggap tertinggi, terbaik dan paling abash. Dominasi kelas terjadi tatkala pengetahuan, gaya hidup selera, penilain, estetika dan tata cara social dari kelas yang dominan menjadi abash dan dominan secara social.